6.1.13

Lika Liku Kehidupan


SEASON I

Bingung mau cerita darimana, yang pasti ini cerita asli dari hidupku dan aku alami, walaupun ganjil cerita ini menimpa seorang gadis berpendidikan seusiaku, tapi inilah aku yang selalu menerima siapapun dalam hidupku. Dulu waktu aku kelas 2 SMA aku dapat sms nyasar dari orang yang tidak aku kenal, ya iyalah tidak aku kenal, kalau aku sudah mengenalnya tdak mungkin kan aku bilang mendapat sms nyasar. Ternyata itu sms dari seseorang dari Pulau Sumatera, senang banget aku waktu itu mendapat kenalan seorang dari lar Pulau Jawa. Akhirnya aku menanggapi sms tersebut dan berlanjut perkenalan kami, dia mengaku mendapat nomorku dari seorang temannya, tetapi tulisan temannya macam tulisan kaki ayam alias gag jelas banget gitu, terus dia menerka-nerka itu tulisan dan alhasil nyasar ke nomorku. Okeh alasan yang masuk akal jugalah. Perkenalan kita sudah cukup jauh, bercerita tentang keluarga, kegiatan kita sehari-hari, dan banyak hal. Oya aku lupa perkenalkan siapa nama tokoh lelaki ini, dia bernama edward bekerja di sebuah perusahaan pengiriman barang yang di tempatkan di Lampung, dia berumur 24 waktu itu, asli orang Medan,seorang perjaka,  seorang Kristen yang menurutku hebat banget waktu itu imannya. Dia bercerita tentang keluarganya, orang tuanya sudah lama meninggal dan dia memiliki 4orang kakak, dan kakaknya tidak menganggap dia sebagai adik, karena kakak-kakaknya menyalahkan dia atas kematian ayahnya, itu menurut ceritanya dulu. Aku juga bercerita tentang keadaan keluargaku yang sangat toleransi atau memang kurang berkesinambungan. Papa dan Mamaku mengaku seorang islam tetapi hanya sebatas KTP saja, mereka tidak pernah sholat, mengaji, tapi mereka ikut puasa, yah mungkn karena lingkungan kompleks rumah di Jakarta islam, jadi mereka mau tidak mau harus menyesuaikan, aku memiliki seorang adik perempuan kelas 1 SMP sekarang ini, dia mengaji dan kadang-kadang sholat, lumayanlah daripada orang tuaku. Dan aku seorang pengikut Kristus, mengapa tadi aku katakan bahwa keluargaku kurang berkesinambungan, yah karena kami sekeluarga beragama yang berbeda. Aku menjadi seorang Kristen karena Yesus yang telah memilih aku untuk menjadi anak-Nya dan berkat nenekku (nenek dari mama). Sejak lahir aku ikut dengan nenek di Kota Kecil bagian timur Jawa Tengah ya sebut saja Kota Blora. Dan keluarga dari mama adalah seorang Kristen. Makanya aku menjadi seorang Kristen. Aku menceritakan hal itu kepada kak edward panggilanku kepadanya, aku juga bercerita kepadanya bahwa aku saat itu mempunya seorang pacar tetapi pacarku waktu itu seorang Muslim. Aku banyak bercerita tentang hubungan kami kepada kak edward, dia menasehatiku untuk mencari pasangan yang seimbang. Pada awalnya aku menggap nasehatnya sebagai angin lalu, tetapi setelah beberapa waktu aku pikirkan ada benarnya nesehatnya itu, dan semakin deka pula hubungan kami. Hampir setiap detik kami berbalas sms, dan setiap malam setelah aku selesai belajar dia selalu meneleponku hingga larut malam, kami bercerita tentang hal-hal yang kami alami seharian itu. Aku sangat senang atas kedekatan kami itu, aku menganggapnya sebagai kakak rohani yang baik, yang membimbingku dan mengajari aku supaya menjadi seorang gadis yang bertumbuh dalam iman. Kata sayang lalu kata-kata mesra sering kami lontarkan setiap bertelepon maupun sms. Dan akhirnya aku mengambil keputusan untuk meminta putus dengan pacarku sesuai dengan nasehat kak edward, dan mulai membuka hati untuk kak edward yang mengaku jomblo saat itu, karena aku merasa aku merasa nyaman bersamanya, ya walaupun kami belum pernah bertemu, maklum Blora-Lampung itu jauh banget ya. Dan akhirnya kami putuskan untuk berpacaran, ya pacaran dunia maya, kak edward berjanji untuk datang ke Jawa dan menemuiku suatu saat nanti. Dia membuat banyak perubahan dalam hidupku, yang dulu aku tidak dengar-dengaran apabila mendengar Firman Tuhan di gereja, sampai saat ini Puji Tuhan aku bisa menikmati setiap Firman yang Tuhan berikan untukku. Hingga saat ini aku juga selalu berdoa sebelum tidur, dia yang mengajarkan hal itu kepadaku dan selalu sabar mengajakku berdoa setiap malam. Hal yang tak aku lupa darinya adalah, setiap malam dia selalu meneleponku dan mengajakku Saat Teduh sebelum tidur, mengangkat pujian, merenungkan Firman-Nya walaupun hanya beberapa ayat, kemudian ditutup dengan doa bersama, kita saling mendoakan satu sama lain, meskipun hanya lewat telepon, tapi aku merasakan dia disampingku saat itu, sungguh pacaran yang luar biasa bagiku, karena dia pacar seiman pertamaku dan dia bisa membimbingku bertumbuh dalam iman sangat luar biasa. Bukan hanya itu, dia juga seorang yang baik hati, selama berpacaran dengannya hampir tidak pernah aku beli pulsa, ya lumayanlah dibelikan pulsa, maklum pelajar butuh dana banyak untuk jajan dan lain-lainnya. Dia juga mengirimi aku uang untuk tambah uang jajanku, jika dia sedang mendapat berkat banyak. Semakin lama aku semakin sayang kepadanya, karena kebaikannya, pengaruhnya dalam hidupku, dan mungkin aku simpati kepadanya karena ceritanya tentang perjuangan hidupnya hingga saat itu, tangisan menjadi hal biasa bagiku apabila kak edward bercerita tentang kisah hidupnya. Dia juga mengirimiku perdana XL dengan nomor yang sama dengannya, dan aku ganti nomor juga, kak edward berjanji kepadaku, tidak akan ganti nomor sebelum bertemu denganku. Semakin hari aku semakin yakin bahwa kak edward adalah pacar yang Tuhan siapkan untukku. Sampai akhirnya lebaran, orang tuaku, dan anak-anak nenek yang lain pulang ke Blora. Pada suatu siang mama dengan saudara-saudaranya beserta aku dan nenekku bercerita-cerita tentang banyak hal, giliran mamaku bercerita, entah waktu itu cerita tentang apa, mama mengatakan kepadaku bahwa dia tidak mau anaknya menikah dengan satu suku tertentu, dan aku ingat dengan hubunganku dengan kak edward. Hatiku mulai gelisah karena kak edward bersuku yang mamaku tidak suka. Aku mulai memutar otak, resah terhadap perasaanku, bertanya-tanya kepada Tuhan tentang hubunganku dengan kak edward. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk menjauh dan meminta putus dengan kak edward, waktu itu aku sedang di Jogja untuk mengikuti bimbingan belajar untuk mengikuti SNMPTN, berarti hubungan kami itu sudah cukup lama. Tidak terima dan meminta kejelasan mengapa tiba-tiba aku minta putus dengannya, aku katakan saja aku tidak pernah mencintainya dan hanya mempermainkannya, alasan ini yang selalu menjadi alibi alasanku meminta putus dengan pacarku, karena aku ingin pacarku itu bisa move on setelah putus dariku, dengan membuatnya membenciku. Sedih terluka itu yang aku alami setelah itu, aku putuskan untuk membuang nomorku yang sama dengan kak edward, dan ganti nomor. Walaupu aku ganti nomor, aku masih sering miscall nomor kak edward untuk memastikan janjinya kepadaku, sampai beberapa bulan, dia masih menggunakan nomor itu, sampai akhirnya aku tidak pernah menghubunginya secara diam-diam lagi, karena aku sudah menjalin hubungan dengan seorang lelaki, entah siapa aku lupa, saking banyaknya lelaki dalam hidupku yang hanya aku jadikan pelampiasan agar terlihat punya pacar, yang pasti pacarku kali ini seorang Muslim lagi. Berjalan beberapa bulan aku merasa berdosa karena telah membohonginya, akupun menggunakan alasan yang sama yang aku utarakan ketika minta putus dengan kak edward. Aku teringat kembali kepada kak edward, aku membutuhkan sosok sepertinya lagi dalam menjalani suatu hubungan. Ku beranikan diri untuk meneleponnya, dan nomornya masih aktif, waktu itu aku sudah berkuliah. Responnya kurang baik kepadaku, mungkin dia masih kecewa dan sakit hati denganku. Lama kelamaan hubungan kami mulai membaik meskipun tak seperti dulu lagi. Dia mengatakan dia sudah pindah ke Palembang tidak di Lampung lagi dengan tempat kerja yang masih sama. Kami berkomunikasi seperti teman biasa, meski tak seperti dulu lagi, tapi dia memaafkan aku itu sudah menyenangkan. Dan akhirnya saat aku semester 3 sekitar bulan mei-agustus, lupa bulan apa dia menghubungiku, dan memberi tahu kepadaku bahwa dia sekarang di Semarang, dia ingin bertemu denganku, dan menyuruhku untuk menemuinya di Semarang, memang dekat jarak Salatiga-Semarang, oya aku kuliah di Universitas di Salatiga. Hatiku ragu untuk menemuinya, karena saat itu aku sudah menemukan seseorang yang membuatku nyaman juga saat bersamanya, meskipun dia juga seorang Muslim, aku tak mau lagi mempermainkan perasaan seorang lelaki. Aku putuskan untuk tidak menemuinya, hingga akhirnya dia kembali ke Palembang. Dia sangat kecewa denganku karena tidak mau menemuinya. Setelah beberapa minggu, aku coba untuk menghubunginya, untuk menanyakan kabarnya, dan memastikan dia sudah memaafkan aku yang tidak mau menemuinya. Nomor yang anda tuju tidak terdaftar, itu yang aku dengar dari teleponku kepadanya, sedih tentu iya, karena aku telah mengecewakannya berulang kali. Lepas dari itu aku menjalani hari-hariku seperti biasa, sampai akhirnya ada nomor baru yang menghubungiku, menanyakan kabarku, kak edward menghubungiku lagi, betapa senangnya aku, aku merasa bahwa kak edward telah melupakan kejadian itu, ternyata ketika kak edward pulang ke Palembang, handphonenya hilang. Kami berhubungan seperti biasa, layaknya seorang teman cerita. Sampai beberapa hari yang lalu aku mendapat sms darinya, dia bertanya apa yang dilakukan seorang wanita dengan seorang pria dikamar, meskipun wanita itu pernah melakukan hal yang sama dengan pria lamanya. Aku bingung menanggapinya, setelah berbalas sms berkali-kali. Aku mengerti maksud sms kak edward, dia bercerita bahwa dia menghubungi wanita tetapi yang mengangkat teleponnnya seorang pria. Dan aku menyimpulkan mungkin pacarnya telah berselingkuh atau mungkin pacarnya sudah bersuami, itu menurut pikiranku, karena yang aku tahu kak edward seorang pria yang belum menikah. Sebuah kesaksian terungkap semalam, ketika aku sms kak edward, kak edward memohon ampun kepadaku da mengatakan dirinya seorang pendosa, karena telah membohongi dan mengecewakanku selama ini. Aku berusaha menghiburnya, karena aku sangat tidak bisa menghadapi seorang yang merendahkan dirinya sendiri. Terlalu naifnya aku, sampai-sampai kak edward membohongiku dari kelas 2 SMA hingga saat ini, dia adalah edward yang sudah berkeluarga, dan memiliki seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Jenafer Tyo, kak edward juga masih memiliki orang tua, dan dia juga bercerita bahwa istrinya meninggalkannya dan anak perempuannya, meminta cerai darinya. Kak edward mengatakan aku terlalu baik dan suci untuknya, sampai kapanpun aku tidak pantas untuknya yang seorang pendosa. Kebohongan yang mungkin ia buat karena dulu menginginkan aku mencari pasangan yang seimbang (seiman) denganku telah membebaninya bertahun-tahun, membuat hatinya selalu gundah gulana, dan sekarang dia harus ditinggal istrinya, dan menjadi orang tua tunggal bagi putrinya. Meskipun kekecewaan dalam hati ada, aku berusaha untuk memaafkannya, karena Tuhan telah melupakan kekecewaan-Nya kepadaku atas dosa-dosaku dan mengasihi aku bagaikan aku anak kesayangan-Nya. Tuhan ampunilah aku. Sebegitu bodoh dan naifnya aku, aku menyadari sisi hidupku yang lain, aku terlalu polos menghadapi orang-orang yang baru aku kenal. Tapi aku bersyukur penyertaan Tuhan, kehendak Tuhan selalu membimbingku untuk mengambil keputusan melalui kata hatiku, meskipun setelah mengambil suatu keputusan, aku terkadang menyesal, tetapi hikmahnya aku dapat setelah beberapa waktu kemudian, dan aku merasakan Kasih Yesus yang luar biasa dalam hidupku. Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena melalui kak edward, aku menjadi seperti saat ini, meskipun semua dari Tuhan dan dari keinginan kita, tetapi melalui orang lain kita tersadar akan suatu hal yang salah dalam hidup kita. Terima kasih untuk kak edward yang pernah memberi warna dalam kehidupanku, Tuhan teramat menyayangimu dan putri kecilmu. Peajaran berharga yang aku dapat dari kisahku ini, tidak semua orang yang dibohongi mendapat kekecewaan dalam hidupnya karena telah dibohongi, karena pelajaran berharga juga ada didalamnya. Kejujuran akan jauh berarti dari kebohongan, meskipun kejujuran tak memberi kita kebahagiaan didepan, tetapi ketenangan hati yang telah berkata jujurlah yang sebenarnya kita butuhkan.
Tuhan teramat menyayangimu...



Jumat, 04 Januari 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar