kebencian membelenggu cinta ini
tak jua urung kaki ku meninggalkan bayang ragamu
meski bayang hitam itu tak pernah tersentuh tanganku
ragaku bergetar ketika kulihat bayangmu bercumbu dengan yang lain
untai kata kehancuran warnai bibirku yang kau anggap nista
air mata tak usai berderai aliri setiap lekuk raga ini
berharap tanpa pernah diharap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar