Fajar enggan menyingsing hariku
Malam terlebur satu dalam darah
Terlewat dalam dimensi maya, mimpi terbang ke nirwana
Kau yang terpaut kuat membebal hati
Tak kunjung menyinarkan fajar di esok hariku
Tetes air tak berarti mengiba belas kasihmu
Menguat untuk mengharap, meski tak kuat
Itulah manusiaku yang dahaga embun penyegar dikala sinar fajar tersingsing karenaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar